10 Fakta Anies Baswedan yang sebaiknya kalian tahu sebelum terpengaruh berita HOAX

fakta Anies Baswedan
Please follow and like us:

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D, atau lebih dikenal dengan nama Anies Baswedan merupakan anak dari seorang Pahlawan Kemerdekaan, Abdurrahman Baswedan.

Beliau adalah seorang aktivis sekaligus praktisi dunia pendidikan yang kini memutuskan untuk ikut terjun ke dunia politik.

Pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di awal Era kepemimpinan Presiden Jokowi, tetapi harus diberhentikan dipertengahan jalan karena suatu alasan.

Di tahun 2017, Anies Baswedan yang tidak memiliki latar belakang Partai diusung oleh Partai Gerindra dan PKS untuk maju menjadi salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta.

Bagaimana seorang Anies Baswedan yang bukan seorang anggota Partai manapun bisa diusung menjadi calon gubernur oleh Partai gerindra dan PKS?

Untuk lebih mengenal latar belakang Anies Baswedan, Sejuta Fakta akan merangkum beberapa fakta tentangnya yang mungkin sangat jarang diangkat ke media massa.

1. Anies Baswedan merupakan pemegang rektor termuda di Indonesia

Pada tahun 2007 Anies Baswedan diangkat menjadi Rektor di  Universitas Paramadina. Pada saat usia Anies baru 38 tahun,

Hal ini menjadikan beliau sebagai rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia.

2. Pendiri dan Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar

Sebelum program SM3T dihembuskan oleh pemerintah, Pak Anies sudah terlebih dulu menggagas program pengiriman tenaga pendidik ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Gerakan ini terinspirasi dari program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang digagas dan dijalankan oleh seorang mantan rektor UGM bernama Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri (Pak Koes).

Program yang berjalan saat Pak Anies masih menjadi mahasiswa UGM tersebut merupakan sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa yang dimulai tahun 1950-an.

Terinspirasi dari program tersebut, pada tahun 2010 Pak Anies dibantu beberapa koleganya mendirikan program sejenis yang disebut Gerakan Indonesia Mengajar.

Menurut catatan wikipedia, sejak didirikan pada tahun 2010 gerakan ini sudah mengirimkan  lebih dari 200 PM ke 17 kabupaten yang tersebar dari barat sampai timur Indonesia.

3. Selama menjadi Menteri Pendidikan, Anies selalu masuk 3 besar daftar Menteri berkinerja terbaik

Selama 1 tahun menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di awal Pemerintahan Presiden Jokowi, Pak Anies selalu masuk 3 besar daftar menteri berkinerja terbaik versi berbagai lembaga survey ternama.

Lembaga Survey terpercaya seperti LKP, LSJ, Indo Barometer, hingga SETARA Institute mencatatkan Susi Pujiastuti (menteri kelautan dan perikanan) dan Anies Baswedan (Mendikbud) sebagai 2 menteri yang menduduki posisi teratas daftar menteri berkinerja terbaik.

Namun entah karena alasan apa, Pak Anies harus terkena Resufle.

4, Saat SMA, Anies Baswedan terpilih sebagai ketua OSIS seluruh Indonesia

Anies Baswedan memang lahir di Kuningan. Namun masa-masa sekolahnya dari SD hingga kuliah semuanya berada di Jogja.

Anies Baswedan yang pada saat itu menjadi murid SMA N 2 Yogyakarta, terpilih menjadi ketua OSIS seluruh Indonesia pada tahun 1985.

5. Sekolah SMA selama 4 tahun

Bukan karena tidak naik kelas, Pak Anies menjalani masa SMA nya selama 4 tahun karena terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar selama 1 tahun di  Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

6. Dikenal sebagai penggiat dunia Pendidikan, sebenarnya Anies adalah Sarjana Ekonomi

Anies Baswedan merupakan lulusan fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada loh! Selama menjadi Mahasiswa di UGM, Anies terpilih sebagai ketua Senat Mahasiswa tahun 1992.

Beliaulah yang membuat gebrakan dengan memposisikan BEM UGM sebagai lembaga eksekutif, sementara Senat sebagai lembaga legislatif.

7. Menyandang gelar kesarjanaan dibidang ilmu politik, keamanan internasional dan kebijakan ekonomi dari Universitas luar negeri

Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM, sebelum mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997.

Ia juga dianugerahi William P. Cole III Fellow di universitasnya, dan lulus pada bulan Desember 1998.

Sesaat setelah lulus dari Maryland, Anies kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University pada tahun 1999.

Dia bekerja sebagai asisten peneliti di Office of Research, Evaluation, and Policy Studies di kampusnya, dan meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan kepada mahasiswa NIU yang berprestasi dalam bidang ilmu politik pada tahun 2004.

Disertasinya doktoralnya yang berjudul Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respon dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik, menggunakan data survei dari 177 kabupaten/ kota di Indonesia. Dia lulus pada tahun 2005.

8. Pernah menjadi Manajer Riset IPC, Inc, Chicago

Karena tidak memiliki uang untuk kembali ke tanah air, setelah lulus kuliah doktor pada 2004, Anies sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia.

9. Mulai terjun ke dunia politik dengan mengikuti konvensi Capres Partai Demokrat

Anies Baswedan terpilih sebagai pemenang dalam konvensi tersebut mengungguli beberapa calon lain seperti Dahlan Iskan, Gita Wiryawan, dan Marzuki Alie.

Sayangnya, Partai Demokrat tidak jadi mengajukan nama untuk diangkat sebagai calon Presiden 2014.

10. Masuk jajaran 20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia

Dua tahun berselang setelah mendapat penghargaan 100 Intelektual Publik Dunia, pada April 2010, Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresight yang terbit di Jepang.

Dalam daftar tersebut Anies Baswedan disejajarkan dengan Vladimir Putin (Perdana Menteri Rusia), Hugo Chavez (Mantan Presiden Venezuela), hingga David Miliband (Menteri Luar Negeri Inggris).

Anies juga disebut-sebut sebagai calon Pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *