10 Fakta film Ghost in the Shell, film paling kontroversial di awal tahun 2017

fakta film ghost in the shell
Please follow and like us:

Live action film Ghost in the Shell yang dibintangi oleh si seksi Scarlett Johansson sudah mulai ditayangkan dibioskop mulai tanggal 31 Maret 2017.

Film Hollywood yang diadaptasi dari manga karya Masamune Shirow ini menimbulkan kontroversi yang cukup heboh diantara para penikmat anime dan manga di dunia terkait pemilihan Scarlett Johansson sebagai karakter utama.

Pasalnya, dalam cerita aslinya, tokoh utama Ghost in the Shell adalah seorang wanita Jepang bernama Motoko Kusanagi. Sementara Scarlett bukanlah orang Asia.

Kini setelah film live action-nya tayang, apakah para penikmat film merasa puas ataukah masih mengkritik pemilihan aktor dalam film ini?

Sejuta  Fakta mencoba merangkum beberapa fakta menarik tentang live action film Ghost in the Shell untuk para pembaca sekalian, sebagai berikut:

1. Istilah teknologi baru diperkenalkan dalam Live Action film Ghost in the Shell

Ghost in the Shell bersetting waktu dimasa depan sekitar tahun 2029. Diceritakan pada masa itu teknologi berkembang jauh diluar yang dapat kita bayangkan saat ini.

Tokoh utama dari cerita ini sendiri merupakan sebuah otak manusia yang ditanamkan dalam sebuah tubuh robotik. Oleh karenanya disebut Ghost (otak) in the Shell (tubuh robot.)

Yang menarik adalah dalam film live action ini diperkenalkan sebuah istilah teknologi baru yaitu “Soligram,” yang merupakan gabungan dari kata ‘solid’ dan ‘hologram.’

Soligram ini merupakan sebuah teknologi hologram yang berwujud 3 dimensi yang ada di dalam cerita film ini.

2. Ghost in the Shell merupakan sumber inspirasi film THE MATRIX

Sudah bukan rahasia lagi jika film THE MATRIX yang dibintangi oleh Keanu Reeves terinspirasi dari film anime Ghost in the Shell .

So, jangan heran jika dalam beberapa hal ada kemiripan antara THE MATRIX dengan Ghost In The Shell.

3. Margot Robbie sempat akan dijadikan pemeran utama

Sekitar bulan September 2014, Margot Robbie tengah dalam masa negosiasi dengan Dreamworks untuk menjadi pemeran utama dalam film ini.

Namun di bulan Oktober 2014, Dreamworks akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Scarlett Johansson setelah Margot Robbie tidak bisa bergabung karena sedang terlibat dalam proyek film Suicide Squads.

4. Meski disebut melakukan whitewashing, tetapi orang Jepang justru tidak masalah

Whitewashing merupakan istilah dalam dunia film Hollywood dimana karakter berkulit putih memerankan karakter yang seharusnya berasal dari ras lain.

Hal tersebut dilakukan karena mereka percaya jika karakter utamanya adalah orang kulit putih maka pendapatan filmnya akan lebih baik dibandingkan jika diperankan oleh non kulit putih.

Sebenarnya karakter utama dari Ghost In The Shell adalah seorang gadis Jepang bernama Mokoto Kusanagi, tetapi dalam versi film ini karakter tersebut digantikan oleh Scarlett Johansson yang sama sekali bukan orang Jepang.

Oleh karenanya hal ini terus menjadi kontroversi sampai sekarang. Terutama dalam lingkup para penikmat film original animenya.

Namun hal ini justru tidak terjadi di Jepang. Mayoritas orang Jepang justru tidak masalah jika Scarlett yang memerankan tokoh utamanya.

Bagi mereka, karena film ini dibuat oleh Hollywood maka wajar jika aktor Hollywood pula yang menjadi bintang utamanya.

5. Seiyuu versi original akan mengisi suara Ghost in the Shell versi dubbing Jepang

Menurut info dari dorkly film ini akan tayang di Jepang dalam versi subtitle dan versi dubbing. Untuk versi dubbing, para seiyuu versi anime originalnya akan kembali mengisi suara karakter mereka masing-masing dalam film ini.

6. Dalam versi asli, Motoko Kusanagi tidak pernah berkedip

Dalam versi Hollywood tokoh utama Motoko Kusanagi digantikan karakter The Major yang diperankan oleh Scarlett Johansson.

Berbeda dengan karater Mokoto Kusanagi yang tidak pernah berkedip sepanjang cerita untuk merepresentasikan bahwa dirinya adalah robot, karakter The Major bisa berkedip layaknya manusia normal.

7. Rambut hitam Scarlett dalam film ini adalah rambut asli, bukan wig

Menurut info dari uselessdaily, rambut hitam pendek Scarlett Johansson dalam film ini bukanlah wig. Melainkan rambut aslinya yang dipotong pendek dan dicat hitam.

8. Film ini mengambil lokasi syuting di Wellington, New Zealand dan beberapa kota di Hong Kong

9. Butuh waktu lebih dari 9 tahun untuk merealisasikan film ini

Pihak Dreamworks baru mendapatkan ijin produksi dari pemegang hak cipta manga dan anime Ghost in the Shell di tahun 2008 setelah menjalani serangkaian diskusi yang sangat alot.

Setelah 9 tahun berlalu, akhirnya film ini benar-benar tayang di awal tahun 2017 ini. Dimulai dari pemutaran perdana di Jepang pada 16 Maret 2017, dilanjut ke Amerika dan dunia pada tanggal 31 Maret 2017.

10. Identitas asli The Major adalah Motoko Kusanagi [Spoiler Alert]

Tubuh The Major seluruhnya merupakan robot. Namun otaknya adalah otak manusia asli yang memiliki kenangan dan masa lalu.

Nah otak tersebut ternyata berasal dari seorang wanita keturunan Jepang yang bernama Motoko Kusanagi. Nama yang sama dengan karakter utama Ghost in the Shell versi Manga dan Anime.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *