10 Fakta Tentang Ahok yang sebaiknya kalian tahu sebelum terpengaruh berita HOAX

fakta tentang Ahok
Please follow and like us:

Setelah pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Fakta Anies Baswedan, sebagai penyeimbang, pada kesempatan kali ini Sejuta Fakta akan membahas fakta tentang Ahok.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama atau lebih akrab disapa Ahok merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.

Mendengar nama Ahok, pasti yang pertama terlintas dipikiran kita adalah gaya bicaranya yang lugas dan terkesan keras.

Namun dibalik kontroversi yang ditimbulkannya, patut juga untuk diakui bahwa selama berpolitik, sudah banyak prestasi yang dihasilkan oleh beliau.

Sejuta Fakta setidaknya sudah merangkum 10 Fakta Tentang Ahok yang sebaiknya kalian tahu sebelum terpengaruh berita Hoax, yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Ahok merupakan Bupati Belitung Timur pertama yang berasal dari etnis Tionghoa

Meski wilayah kabupaten tersebut mayoritas berpenduduk muslim dan warganya mayoritas pribumi, tetapi Ahok berhasil memenangkan pemilu tahun 2005 dan menjadi Bupati Belitung Timur.

Setelah menjabat selama setahun, pada tahun 2006 Ahok mengundurkan diri dari jabatan Bupati untuk melaju ke pemilihan Gubernur Bangka Belitung. Namun sayang, dirinya kalah dalam pemilu.

Meskipun masa jabatannya sangat singkat, tetapi Ahok berhasil membuat banyak terobosan di Kabupaten Belitung Timur. Salah satu yang paling terkenal adalah program asuransi untuk seluruh rakyat Belitung Timur.

2. Masuk dalam jajaran 10 tokoh yang mengubah Indonesia 2006 versi majalah Tempo

Salah satu alasan kenapa Ahok bisa masuk dalam daftar yang disusun oleh majalah Tempo tersebut adalah karena program asuransi untuk seluruh rakyat Belitung yang dipeloporinya.

Program asuransi yang bekerjasama dengan Askes tersebut memberikan asuransi setengah harga kepada seluruh rakyat Belitung Timur.

Kabupaten yang dipimpin oleh Ahok tersebut adalah Kabupaten pertama yang menjalankan program semacam itu di Indonesia.

3. Bukan Etnis Tionghoa dan nasrani pertama yang menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, DKI Jakarta juga sudah pernah dipimpin oleh gubernur keturunan tionghoa dan beragama Nasrani (Kristen Katolik) yang bernama Henk Ngantung (Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965).

Saat itu Henk Ngantung ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Gubernur Jakarta.

Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Gubernur sebelumnya, Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI ke-7, sehingga Ahok yang menjadi wakilnya otomatis naik jabatan menjadi Gubernur.

4. Menjadi Gubernur tanpa dukungan Partai manapun

Saat maju dalam pemilihan Gubernur DKI, Ahok yang menjadi wakil Jokowi mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra.

Namun saat terjadi polemik tentang RUU Pilkada, Ahok yang tidak sejalan dengan keputusan partainya memilih untuk hengkang dari Gerindra.

Kemudian saat Jokowi menjadi Presiden, sidang DPRD resmi mengangkat Ahok menjadi Gubernur DKI meski statusnya bukan anggota Partai manapun.

5. Ahok merupakan Sarjana Pertambangan dan Manajemen

Setelah lulus SMA, Ahok melanjutkan pendidikannya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti. Beliau lulus dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990.

Pada Tahun 1994 Ahok menyelesaikan pendidikan Magisternya di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya ddan memperoleh gelar Master Manajemen.

6. Sebelum terjun kedunia Politik, Ahok pernah mendirikan pabrik di Belitung

Sebagai seorang Insinyur Pertambangan dan Master Manajemen, sudah sewajarnya jika Ahok terjun ke dunia bisnis pertambangan.

Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan orang lain, sekitar tahun 1995 Ahok mendirikan pabrik pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pabrik pengolahan pasir kuarsa tersebut adalah yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman.

Lokasi pembangunan pabrik ini adalah cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra, dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

Menurut pengakuannya dalam Kick Andy, karena berseteru dengan penguasa di wilayah tersebut, akhirnya Ahok harus menutup pabriknya, dan memilih untuk terjun ke dunia Politik.

7. Gusdur turut berkampanye mendukung Ahok saat pemilihan Gubernur Bangka Belitung

Mantan Presiden RI ke-4 sekaligus salah satu tokoh ulama besar Indonesia, Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gusdur turut mendukung Ahok dalam kampanye pemilihan Gubernur Bangka Belitung di tahun 2007.

Menurut Gusdur “Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya”.

8. Sudah ingin maju sebagai calon Gubernur DKI melalui jalur independen sejak tahun 2011

Ketidak percayaannya akan partai sempat membuatnya ingin maju sebagai calon gubernur DKI tahun 2017 melalui jalur independen.

Meskipun berhasil mengumpulkan ratusan ribu FC KTP, tetapi pada akhirnya Ahok melaju melalui jalur Partai dibawah dukungan PDI P.

Hal ini bukanlah yang pertama bagi Ahok. Pada tahun 2011, Ahok juga pernah berniat maju menjadi Calon Gubernur DKI melalui jalur independen dan sempat mengumpulkan dukungan berupa FC KTP.

Namun pada akhirnya dirinya melaju sebagai calon wakil Gubernur DKI dibawah bendera Partai Gerindra.

9. Beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai tokoh anti korupsi

Ahok memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari unsur penyelenggara negara dari Gerakan Tiga Pilar Kemitraan, yang terdiri dari Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, pada tanggal 1 Februari 2007.

Beliau juga mendapat penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award, yang diterimanya pada tanggal 16 Oktober 2013.

10. Gubernur Pertama yang merekam ativitas rapat kerja dan meng-upload-nya ke YouTube

Sejauh ini yang kami tahu, Ahok merupakan Gubernur pertama yang hampir selalu merekam aktifitas rapat kerjanya dan mengunggahnya ke YouTube.

Selain mengunggah video, Ahok juga sering mengunggah slip gaji dan biaya-biaya kinerja lain miliknya ke media internet.

Hal ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat dan pihak-pihak pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *