Inilah 7 Perjuangan anak 90an saat ingin mendengarkan lagu-lagu kesayangan!

anak 90an
Please follow and like us:

Di era digital seperti sekarang ini, kita cukup mengakses YouTube untuk dapat mendengarkan lagu kesayangan secara cuma-cuma kapanpun dimana pun. Selama masih ada sinyal internet.

Tidak seperti jaman saya muda dulu. Untuk dapat mendengarkan lagu baru yang sedang ngehits, dibutuhkan perjuangan ekstra yang terkadang tidak hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga menguras uang saku.

Bagi anak-anak yang tumbuh ditahun 90-an, pasti kalian pernah melakukan salah satu dari 7 hal berikut ini untuk dapat mendengarkan lagu kesayangan yang sedang ngehits.

1. Membeli kertas request di stasiun Radio terdekat

Dulu, waktu belum ada fasilitas SMS request, kita harus membeli kertas request seharga kurang lebih 150 rupiah per lembar di stasiun radio terdekat untuk dapat kirim-kirim salam dan request lagu kesayangan.

Selain jumlah katanya terbatas untuk setiap cuil kertas request, kita juga tidak bisa memesan sembarang lagu di kertas request tersebut.

Kita cuma bisa memesan lagu sesuai dengan program radio yang bersangkutan. Jika kertas request yang kita beli adalah untuk program lagu-lagu lawas, kita cuma bisa memesan lagu-lagu lawas.

Biasanya untuk program yang memutar lagu-lagu baru, jumlah orang yang membeli kertas requestnya membeludak. Jadi, lagu yang kita request sangat kecil kemungkinannya untuk diputar.

2. Antri di Wartel untuk request lagu di Radio

Opsi lain yang memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan membeli kertas request adalah dengan menelepon langsung saat acara yang bersangkutan sedang ON AIR.

Masalahnya, di tahun 90-an belum ada ponsel atau handphone. Jumlah rumah yang memasang telepon kabel juga masih sangat sedikit.

Oleh karenanya Wartel (Warung Telepon) menjadi tempat tongkrongan ABG gaul kala itu. Cukup dengan biaya sekitar 300 rupiah, kita bisa melakukan sambungan telepon lokal ke radio terdekat untuk request lagu.

Biasanya kalau kita request melalui telepon, kesempatan lagu kita akan diputar menjadi lebih besar.

3. Bangun pagi atau tidur larut malam berharap lagu kesayangan diputar di radio

Untuk yang malas membeli kertas request atau antri di Wartel, biasanya akan rajin begadang atau bangun pagi-pagi untuk mendengarkan siaran radio.

Biasanya setelah jam 10 malam hingga jam 6 pagi, kebanyakan radio akan memutar lagu-lagu secara random dan sangat sedikit iklannya.

Bahkan beberapa radio nyaris nonstop memutar lagu tanpa diselingi iklan.

4. Pinjam kaset teman

Setelah sekitar sebulan sejak lagu baru diputar pertama kali di radio, biasanya kaset-kaset dari penyanyi atau band yang bersangkutan sudah tersedia di toko-toko kaset terdekat.

Biasanya ada anak-anak gaul yang membawa kaset baru dan walkman (pemutar kaset portable) ke sekolah untuk pamer.

Kesempatan semacam itu tidak akan disia-siakan oleh orang-orang seperti saya, untuk meminjam kaset tersebut.

Ironisnya orang yang meminjam, biasanya lebih lama menikmati kaset tersebut dibandingkan dengan yang punya. Tak jarang ada beberapa anak yang baru mengembalikan kaset pinjamannya tersebut setelah kasetnya rusak.

5. Membeli kaset kosong untuk merekam lagu

Untuk yang mau mengeluarkan sedikit modal, biasanya mereka akan membeli kaset kosong seharga 5.000 rupiah untuk meng-copy kaset yang dia pinjam.

Namun karena biasanya hanya ada 1 atau 2 lagu saja yang bagus dalam satu album, kebanyakan kaset kosong akan digunakan untuk merekam lagu-lagu pilihan dari Radio.

6. Menyisihkan uang jajan untuk berburu kaset

Di tahun 90-an akses kita terhadap musik sangat terbatas. Untuk para penggemar musik yang anti mainstream, sangat susah untuk mendapatkan kaset-kaset dari penyanyi atau band idola.

Pada masa itu sangat sulit untuk mendapatkan kaset-kaset dari penyanyi atau band Barat.

Biasanya, saat ada teman yang akan pergi ke kota besar, kita akan titip untuk dibelikan kaset dari band atau penyanyi idola.

Oleh karenanya kita harus menyisihkan uang jajan agar sewaktu-waktu ada momen tersebut, uangnya sudah siap.

7. Menulis lirik dan menghapal lagu

Cara lain yang sering dilakukan oleh anak-anak 90-an untuk mendengarkan lagu-lagu kesayangan adalah dengan menulis liriknya dan menghafal lagu tersebut untuk dinyanyikan sendiri sesering mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *