7 Alasan kenapa band Sheila On 7 masih dicintai sampai sekarang

fakta Sheila On 7
Please follow and like us:

Pertama kali meluncurkan album pada tahun 1999, Sheila On 7 langsung berhasil mencuri perhatian penikmat musik Indonesia dengan beberapa single sekaligus seperti “Kita”, “Dan”, “J.A.P” dan “Perhatikan Rani.”

Tak ayal album perdananya tersebut langsung sukses terjual hingga lebih dari satu juta copy, dan menjadi tonggak kebangkitan musik Indonesia setelah beberapa tahun sebelumnya “dijajah” musik-musik slow rock dari Malaysia.

Langkah band asal Jogja yang saat itu beranggotakan Eross, Duta, Adam, Anton, dan Sakti ini kian mantap setelah merilis album kedua mereka yang berjuluk “Kisah Klasik Untuk Masa Depan.”

Single album kedua mereka “Shepia” langsung memuncaki berbagai tangga lagu di Indonesia hingga ke negeri jiran, Malaysia.

Kesuksesan mereka semakin meroket setelah merilis album ketiga berjudul “07 Desember” yang diganjar berbagai penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri.

Namun perlahan nama Sheila On 7 semakin meredup setelah merilis album ke-4 yang berjudul “Pejantan Tangguh.” Hal ini diperburuk lagi dengan hengkangnya Anton dan Sakti beberapa waktu setelah “Pejantan Tangguh” rilis.

Kualitas dan totalitas Sheila On 7 dalam bermusik benar-benar diuji setelahnya. Masuknya Brian menggantikan Anton untuk posisi drummer, sama sekali tidak membantu band ini untuk kembali ke singgasana yang seharusnya.

Bahkan untuk mengingatkan kembali masa-masa kejayaan mereka, Sheila On 7 harus menelurkan album VERY BEST yang berisi kumpulan single-single lama mereka.

Namun agaknya usaha mereka ini masih belum cukup untuk mengantar mereka ke trek yang seharusnya.

Setahun kemudian, pada tahun 2006 Sheila On 7 menelurkan album baru lagi yang bertajuk “507.” Menurut kami album ini adalah album paling gagal yang pernah mereka rilis.

Terlebih lagi pada saat itu band-band baru seperti Peterpan, Nidji, dan ST12 hadir dengan nuansa musik yang baru yang berhasil merayap ke posisi band papan atas Indonesia.

Namun bukan Sheila On 7 namanya jika gugur dan bubar hanya karena masalah tersebut. Mereka kembali menunjukkan eksistensinya dengan mengeluarkan album baru di tahun 2008 yang berjudul “Menentukan Arah.”

Seolah mengobati rasa dahaga para penggemar, album comebacknya ini cukup berhasil membawa SO7 kembali ke singgasana yang seharusnya.

Dan kini, meski kontrak mereka dengan SONY Music telah usai, mereka tetap eksis dan tetap stay di hati para fans.

Apa sih rahasia mereka sehingga bisa survive selama ini? Sejuta Fakta akan mencoba merangkumnya dalam “7 Alasan kenapa band Sheila On 7 masih dincintai sampai sekarang.”

1. Sheila On 7 bukan band karbitan

Band ini sudah punya segudang prestasi di kota gudeg sebelum bertolak ke ibukota Jakarta. Lagu-lagu mereka banyak yang memuncaki berbagai chart lagu indie di radio-radio Jogja hingga berbulan-bulan lamanya.

Kemampuan bermusik mereka juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Skill Eross dalam memetik gitar termasuk kedalam skill dewa. Sementara kemampuan Duta menggerakkan massa sudah seperti provokator ulung.

Mereka adalah musisi yang berasal dari hati. Bukan cuma sekedar tuntutan profesi atau mimpi ingin jadi selebriti.

2. Mereka bukan band yang mengandalkan tampang

Mungkin hampir semua orang akan setuju kalau saya bilang hanya Duta member Sheila On 7 yang wajahnya lumayan ganteng.

Meskipun demikian ribuan cewek cantik akan rela berdesak-desakan untuk menonton konser mereka. Apa sih magis mereka?

SO7 hadir sebagai sebuah group musisi, bukan selebriti. Sehingga fans-fans mereka menilai mereka dari karyanya bukan tampangnya.

3. Pembawaannya santun, ramah, sederhana, dan jarang diterpa gosip

Satu-satunya masalah pelik yang sampai terbongkar ke ranah publik hanyalah saat Anton dan Sakti hengkang dari SO7. Setelahnya, band ini nyaris tak tersentuh acara gosip.

Bahkan kalian yang mengaku sebagai Sheila Genk pun mungkin belum pernah tahu seperti apa wajah istrinya Adam dan Brian, bukan? Kecuali yang tinggal di Jogja, tentunya.

Berbeda dengan band-band sekarang. Baru menelurkan satu single saja wajahnya sudah berseliweran di acara-acara gosip kacangan karena masalah-masalah sepele.

4. Mereka sangat profesional

Meski sempat terpuruk dan nyaris terlupakan, tetapi SO7 tetap berusaha untuk profesional dengan menyelesaikan kontrak mereka dengan SONY Music untuk merilis 8 album utama.

Meski tertatih, SO7 berhasil menyelesaikan kontrak tersebut dengan merilis album “Musim Yang Baik” di tahun 2014 lalu.

Kini status mereka adalah band indie. Namun para fans mungkin banyak yang tidak mengetahuinya. Karena perlakuan mereka terhadap fans selalu sama. Tidak berubah, terus berpijar, dan selalu buat aku tersenyum.

5. Musik mereka sangat khas

Kalian tidak bisa menyebut musik mereka beraliran pop karena ada nuansa rock N roll-nya. Kalian juga tidak bisa menyebutnya rock karena vokal Duta sangat ngepop.

Musik mereka adalah musik Sheila On 7 yang meski mata merem tetap bisa dikenali. Yang akan terasa janggal jika diaransemen oleh musisi lain.

Once (mantan vokalis Dewa) sempat mengatakan kalau SO7 itu unik. Eross sering memainkan musik ala Aerosmith, semetara corak vokal Duta berasal dari dunia yang jauh berbeda. Namun mereka bisa memadupadankannya dengan sangat apik.

6. Sampai kapanpun mereka adalah band Jogja

Sukses rekaman di Jakarta tidak serta merta membuat mereka tergoda untuk “berpindah kewarganegaraan” menjadi penduduk ibukota. Bahkan markas besar mereka tetap berdiri kokoh di Jogjakarta.

Kesetiaan mereka terhadap tanah kelahirannya ini memiliki dampak tersendiri terhadap keberlangsungan grup band legend ini.

Mereka terlihat seperti musisi Jogja yang sederhana, santun, dan ramah sehingga senantiasa layak untuk diidolakan. Tidak terpengaruh akan keangkuhan dan hedonisme kehidupan seleb Jakarta.

Cara mereka menentukan arah dengan tetap bermarkas di tanah kelahirannya ini membuat SO7 mampu untuk jalan terus dalam berkarir. Tidak tergoda dengan hegemoni hiruk pikuk dunia hiburan di DKI yang membuat karir cepat meroket dan gampang meredup.

7. Sheila On 7 sangat dekat dengan Sheilagank

Tidak hanya para personilnya saja, keluarga personilnya, anak, istri mereka juga sangat ramah kepada Sheilagank (sebutan untuk fans Sheila On 7)

Saya pernah bertemu dengan mereka saat manggung di Benteng Vredeburg Jogja. Meski capek, mereka tetap sabar dan welcome dengan antrian para fans yang ingin berfoto bersama.

Sekedar tambahan nih.

Tau nggak kenapa band ini dinamai Sheila On 7? Setelah puluhan tahun menjadi misteri, akhirnya di tahun 2016 kemaren asal usul nama “Sheila On 7” terungkap juga.

Ternyata “Sheila” adalah teman SMA nya Eross yang juga teman SD nya Adam dan Duta.

Karena saat pertama kali berkenalan, Adam memanggil Eross dengan panggilan “temannya Sheila, ya?” dan Eross menjawab “kamu temannya Sheila juga ya?” maka mereka sepakat menamai band mereka dengan nama “Sheilagank,” yang kemudian berganti menjadi Sheila On 7. Dimana angka “7” merujuk pada not angka yang hanya sampai angka “7.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *